My Final decision...
First step on mode... :)
First step on mode... :)
Beberapa
hari terakhir hati dan pikiranku lagi-lagi beradu argumen bahkan sampai
berteriak-teriak (haha demo kaleee) , kali ini masalahnya adalah
"Menulis", quiet simple but complicated...
My heart says go, My brain says no,
bisa kau bayangkan bagaimana rasanya berada pada posisi dimana dua bagian
penting di kehidupanmu tidak dapat di satukan, dan kau harus memihak pada salah
satunya...
Ibarat di dalam sebuah keluarga kau
harus memilih satu diantara dua anggota keluarga yang paling berperan dan
saling melengkapi yaitu, ibumu atau ayahmu, it really sucks.
Setelah selama beberapa hari mengalami kegalauan yang panjang, finally pagi ini aku mendapat sebuah pencerahan setelah melihat pepatah asing lama yang berbunyi " Follow your heart but dont forget to take your brain with you". Pepatah itu menyadarkanku bahwa hati dan otak tidak bisa dipisahkan, dan akhirnya aku tersadar bahwa aku tidak harus memilih salah satu dari keduanya akan tetapi aku hanya perlu membuat salah satunya berpihak pada yang lain, yaa hanya perlu membuat mereka akur dan menjadi sejalan...
Setelah selama beberapa hari mengalami kegalauan yang panjang, finally pagi ini aku mendapat sebuah pencerahan setelah melihat pepatah asing lama yang berbunyi " Follow your heart but dont forget to take your brain with you". Pepatah itu menyadarkanku bahwa hati dan otak tidak bisa dipisahkan, dan akhirnya aku tersadar bahwa aku tidak harus memilih salah satu dari keduanya akan tetapi aku hanya perlu membuat salah satunya berpihak pada yang lain, yaa hanya perlu membuat mereka akur dan menjadi sejalan...
Pasti kamu akan bertanya " How
can u do that?"
Jawabannya adalah dengan meyakinkan
otak bahwa yang dikatakan hati adalah suatu hal yang positif dan benar, dan
segala sesuatu akan menjadi menyenangkan apabila kita masuk kedalamnya
(pastinya suatu hal yang positif), bukan hanya melihat dari outside the line. Dan
meyakinkan hati bahwa kau butuh teman yang suatu waktu dapat membantumu dengan
logikanya....
Pasti akan muncul pertanyaan kedua “ Kenapa
memilih hati?”
itu tidak pernah salah, sedangkan logika bisa saja....
So ikutilah kata hatimu selama ia
sejalan dengan Agama dan kebaikanmu, tapi jangan lupa bawa otak bersamamu.... That’s it my final decision ^_^
Hope it useful... J
Zahiera
Zahiera








0 komentar:
Posting Komentar